Bincang dengan Susy Susanti: Kali Ini Saya Urus Anak Sendiri

Posted on

 

Formasi pengurusan PBSI sekarang ini telah selesai tetapi informasinya akan dikerjakan 23 Desember kedepan. Bagaimana nasib Susy Susanti?
Masalah teka-teki siapakah yang akan memegang selaku pengurus tetap jadi mistis. Terhitung yang akan mengetuai sektor Pembimbingan Prestasi PBSI.

Tetapi yang jelas, nama Susy Susanti tidak kembali terpampang dalam pengurusan PBSI Agung Firman Sampurna.

Dia sudah memilih untuk turut mundur, susul Wiranto, Ketua Umum PBSI 2016-2020, yang tidak jadi ketua kembali lagi.

Lalu seperti apakah kegiatannya sekarang. Berikut interviu detikSport dengan Susy, Rabu (9/12/2020), lewat jaringan telepon:

DetikSport (D): Adakah penawaran menjadi pengurus PBSI kembali lagi?

Susy Susanti (SS) : Tidak ada benar-benar (penawaran atau dikontak). Tidak ada perbincangan apa-apa dan benar-benar pekerjaan saya telah usai dan saya gerbong Pak Wiranto, empat tahun ya sama AD/ART.

D: Apa dari awalnya benar-benar Anda pengin stop?

SS : Saya sich gerbong Bapak Wiranto. Jadi dari awalnya jika Bapak Wiranto empat tahun, ya saya empat tahun. Begitupun dengan Alan Budikusuma tidak ada (penawaran).

D: Apa Ci Susy senang dengan performa sepanjang empat tahun ini selaku Kabid Binpres?

SS: Ya, saya tidak dapat ngomong senang atau mungkin tidak senang. Kan warga yang memandang. Jika saya ngomong senang, prestasi saya All England, juara dunia, tetapi kata warga itu berlainan. Mungkin tidak berhasil keseluruhan. Itu bergantung penilaian orang.

Baca juga : Penggemar Marah Saksikan Mikel Arteta Dorong Pemain Arsenal yang Luka

 

 

Dasarnya saya mengakhiri pekerjaan sebagus-baiknya

Saya ada data prestasi yang telah ada. Ya bergantung orang memandang apa itu sukses atau tidak berhasil, itu kan penilaian semasing.

D: Lalu adakah yang Anda sesalkan?

SS: Tidak sich. Saya sich lalui saja. Saya tidak pernah sesalkan apa saja. Waktu saya main bisa beberapa ratus gelar disebut saya hanya mujur, bodoh sangat. Saya pekerjaan lalui, terserah warga yang dipandang. Monggo saja. Hahaha.

D: Ci Susy pernah ngomong waktu jadi Binpres berkemauan mengatur dan akan kembalikan tunggal putri di tempatnya. Apa sekarang ini telah sama keinginan?

SS: Salah satunya PR (pekerjaan rumah) benar-benar tunggal putri dan itu tidak dapat instant, karena dari bibitnya tidak sekitar putra. Ke-2 , saya menyaksikan jika talenta tiada tekad itu sulit, begitu juga tekad tiada talenta sulit. Nah ini yang belum kita bisa.

Saya artinya telah rewel di tunggal putri tetapi benar-benar prosesnya benar-benar cukup panjang. Kita menyaksikan di sejumlah olahragawan tidak tepat.

Saya terus menjelaskan juara itu petarung lalu juara itu lahir sebab talenta dan tekad

nah beberapa hal ini yang belum saya dapatkan dari watak- watak di pelatnas sekarang ini. Kemungkinan saya ada banyak mengharap tetapi tidak tepat.

D: Siapakah itu Ci Susy?

SS: Ya, kita kan cuman sebagian orang yang mencolok. Sekarang ini kemungkinan Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, tetapi yang lain cuman biasa-biasa saja. Sedang ada yang punyai tekad talentanya kurang, misalnya seperti Fitriani. Lantas talentanya bagus seperti Gregoria, tetapi tekad ia masih tidak cukup. Lantas disiplin, ya itu banyak sich yang perlu disanggupi menjadi juara.

D: Bermakna dapat dipandang tunggal putri kita baru berapakah % agar bisa kembali pada tempatnya?

SS: Saat ini kita baru dapat berbicara juniornya saja. Di awal mula Gregoria sempat 15 dunia, saya sempat menarget ia masuk 10 besar.
Sampai ia berbeda pelatih ke Rionny Mainaky, penyesuaian kembali, mungkin penyesuaian. Jadi perlu waktu.
Jadi beberapa hal yang tentukan, yang perlu dari olahragawan dahulu, komunikasi dan kerja sama. Tim work dan keyakinan keduanya itu wajib. Tetapi tentu saja ada rambu-rambu take and give.

D: Apa yang akan dikangenin di Pelatnas?

SS: Aduh yang rindu mereka kali ya hahaha. Saya terus kira mereka seperti keluarga, anak sendiri, seperti pada team kami di Binpres, keuangan, sekretariatan. Kemungkinan jika pergi, seperti team, dari A sampai Z semua dipersiapkan dan kerap membawa makanan.

D: Apa yang Ci Susy kerjakan sesudah memutus mundur?

SS: Konsentrasinya kembali lagi ke keluarga. Jika empat tahun saya mengurus anak orang, saat ini saya urus balik anak sendiri hahaha.

D: Benar ada keinginan dari anak untuk jangan sibuk-sibuk?

SS: Anak terus memberikan dukungan. Mereka pemahaman, telah besar. Itu mengapa saya terima pekerjaan (selaku Kabidbinpres).
Kemungkinan bila delapan tahun kemarin, jaman Bapak Gita Wirjawan, saya disuruh jadi Binpres, dan beberapa anak masih kecil, saya ketahui lah.

Jika saya terima saya punyai tanggung jawab kepribadian untuk melakukan pekerjaan keseluruhan dan konsentrasi

Bila saya tidak dapat walau dijanjikan upah besar, saya tidak dapat. Saya bukan orang yang mengambil upah saja, kerja ditelantarkan, tidak, saya tidak semacam itu.

Baca juga : Saat ini Real Madrid Tidak Gampang Menang

 

 

Saya pasti masih keseluruhan. Jika main sampai titik darah penghabisan, sama semacam menjadi Binpres, spekulasi nyawa juga saya taruhkan. Waktu wabah, ketika seluruh orang takut keluar, saya perlu pasang tubuh, sebab harus menjaga beberapa anak, itu asset bangsa. Nah, automatis saya keseluruhan saja.

Saat ini beberapa anak telah besar jika saya kembali lagi (urus keluarga) saya suka saja. Saya mengurusi anak, mengurusi usaha, jadi dicicipi saja saja.

D: Apa usaha Ci Susy urus sekarang ini?

SS: Masih Astec (Alan Susy Technology). Jika usaha baru kelak mencari kembali. Kita mengawasi dan saksikan kesempatan hahaha. Kemungkinan saat ini usaha online, atau membuat kue sebab saya masih kerap buat kue. Kita saksikan kesempatan saja dan lalui saja.

D: Apa pesan Ci Susy untuk siapa saja nantinya yang duduk selaku Kabid Binpres baru?

SS: Selaku insan olahraga saya terus memberikan dukungan bulu tangkis. Saya mengharap bulu tangkis dapat berprestasi. Di jaman saya 161 gelar, kemungkinan selanjutnya dapat lebih 200 gelar dan adat emas dan prestasi tetap dipertahankan atau bahkan juga dinaikkan untuk mengharumkan nama bangsa.

Sasaran tahun depannya ada All England, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, Piala Sudirman, Piala Thomas dan Uber, Indonesia Open, dapat disebut setiap tahun itu saya harus membuat sasaran untuk beberapa turnamen itu mudah-mudahan di depan dapat lebih bagus kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *