Kevin Diks: Pemain Berdarah Maluku yang Ingin Bela Tim nasional Indonesia ( Eps. 01 )

Posted on

Kevin Diks satu diantara pemain turunan yang berkeinginan bela Tim nasional Indonesia. Dia sekarang ini bela Aarhus GF dengan status utang dari Fiorentina.
Kevin Diks berposisi selaku bek kanan. Dianya tetapi dapat juga diplot selaku bek tengah.

Profesi periode mudanya termasuk cukuplah cukup sebab pernah perkuat Tim nasional Belanda U-21. Umurnya masih tetap terhitung dalam kelompok produktif, yaitu 24 tahun.

Tim nasional Indonesia dapat diuntungkan seandainya diperkokoh pemain dengan profile keren semacam itu. Sayang, kemauan Kevin Diks bertepuk samping tangan sebab PSSI kelihatannya malas menaturalisasi pemain berdarah Belanda-Indonesia itu.

Darah Indonesia Kevin Diks mengalir dari kakek serta neneknya. Dia punyai garis turunan Maluku dengan marga Bakarbessy.

Riwayat menulis jika beberapa orang Maluku banyak lakukan migrasi serta tinggal di Belanda. Umumnya dari mereka ialah mantan anggota Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) atau tentara penjajahan Hindia Belanda.

Karena itu, beberapa pemain turunan yang perkuat Tim nasional Indonesia asal Belanda sekarang ini punyai darah Maluku. Misalkan Stefano Lilipaly atau Ezra Walian.

Walau lahir serta tumbuh besar di Belanda, mereka dapat perkuat Tim nasional Indonesia. Untuk Kevin Diks, kemauannya itu harus lewat jalan curam sebab tertahan ketentuan FIFA terkini.

Ada 2 proses yang perlu dilewati seorang pemain untuk dapat memperoleh kewarganegaraan baru serta perkuat Team Nasional baru

Yaitu penuhi ketentuan negara serta ketentuan (statuta) FIFA.

Dalam masalah Kevin Diks yang pengin jadi Masyarakat Negara Indonesia (WNI), dapat merujuk ke UU No 12 Pasal 9 Tahun 2006. Tentang hal beberapa ketentuan salah satunya adalah; sudah berumur 18 tahun, telah tinggal 5 tahun atau sangat singkat 10 tahun tidak beruntun, dapat berbahasa Indonesia, sampai melepaskan kewarganegaraan lamanya.

Selanjutnya dia harus juga penuhi kriteria FIFA yang ditata dalam statuta terkini edisi 2020. Nah, Kevin Diks terhambat sama Statuta FIFA 2020 sebab pernah perkuat Tim nasional Belanda U-21 serta sudah berumur 22 tahun dalam performa terakhir kalinya bersama Negeri Kincir Angin.

Butir iii Pasal 9 Ayat 2 b dalam Statuta FIFA 2020 berbunyi; waktu dia (pemain) dimainkan ke pertandingan terakhir kalinya di pertandingan resmi dalam semua tingkat pertandingan buat federasi (Tim nasional) yang pertama kali dia bela, dia belum berumur 21 tahun;

Walau demikian, Kevin Diks masih percaya dapat perkuat Tim nasional Indonesia di waktu depan. Dapat dengan diperjuangkan PSSI seperti yang dilaksanakan Liga Sepakbola Maroko (FRMF) ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam usaha mereka supaya Munir El Haddadi supaya bisa perkuat Tim nasional Maroko.

Atau dapat juga dengan mengharap FIFA kembali lagi membuat revisi statu. Benar-benar, statuta FIFA sering dikoreksi, sebab sesuaikan situasi era.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *