Florida- Los Angeles Lakers kesimpulannya jadi juara NBA 2020. Keberhasilan LeBron James dkk didetetapkan di permainan keenam final, melalui kemenangan 106- 93.

Permainan keenam Heat vs Lakers diselenggarakan di AdventHealt Arena, Bay Lake, Florida, Minggu( 11/ 10/ 2020) waktu setempat, ataupun Senin( 12/ 10) pagi Wib. Lakers, yang bawa keunggulan 3- 2 dari 5 permainan final tadinya,

Langsung tampak dominan semenjak kuarter dini

Dimotori James, Lakers langsung mengetuai 28- 20 di tahap pembuka. Anak asuh Frank Vogel makin dominan di kuarter kedua, dengan merebut kemenangan 36- 18. Lakers juga mengetuai 64- 36 dikala sela waktu.

Di kuarter ketiga, Lakers masih mengetuai dengan kemenangan 23- 22. Baru di kuarter akhir, Lakers kalah dengan skor 19- 35, tetapi keunggulannya telah sangat jauh, sehingga Lakers senantiasa menang 106- 93 atas Heat pada skor akhir.

Di laga itu, James jadi bintang kemenangan Lakers. Dia menorehkan double- double dengan membukukan 28 poin serta 10 assist.

Di kubu Heat, Bam Adebayo pula dapat menorehkan double- double.

Dia membuat 25 poin serta 10 assist, tetapi senantiasa tidak dapat berikan Heat kemenangan.

James sendiri jadi MVP Final NBA

Pemain 35 tahun itu jadi pebasket awal yang dapat jadi jadi MVP Final di 3 regu berbeda, sehabis pernah meraihnya di Miami Heat( 2012 serta 2013) dan Cleveland Cavaliers( 2016)

Total, Heat sendiri kalah 2- 4 di final best of seven melawan Lakers. Untuk Lakers sendiri, gelar ini memutus dahaga juaranya semenjak 2010.

Sehabis terakhir kali juara pada 2010, Lakers baru dapat juara lagi di 2020. Gelar juara NBA 2020 jadi yang ke- 17 diraih Lakers sejauh sejarahnya.

Selamat, Lakers!

 

Game 3 final NBA 2020 jadi gelaran Jimmy Butler unjuk gigi. Tetap tidak mendapatkan pertolongan dari Goran Dragic serta Bam Adebayo yang luka, Jimmy menggantikan semua permainan Miami Heat. Walau Tyler Herro berada di sana, Jimmy lah sebagai sosok pengontrol gempuran Heat. Dia menjadi fasilitator dan pembuat angka sendiri. Selain itu, waktu tahan, dia jadi sosok yang jaga LeBron James seorang diri bersamaan Heat tidak tampilkan pertahanan zone di game tempo hari. Jimmy tutup game dengan tripel-dobel 40 point, 11 rebound, 13 asis, 2 steal, serta 2 blok.

Ada banyak hal yang dapat kita mengambil dari game 3 lantas, intinya dari bagian Heat. Pertama, kemenangan mereka memang penuhi aturan statistik. Ketepatan Heat lebih baik, turnover lebih sedikit, shooting gratis lumayan banyak serta ketepatannya bagus. Heat cuman kalah di offensive rebound, suatu hal yang telah diperkirakan banyak pihak termasuk juga dalam tulisan saya beberapa lalu.

Tetapi, ada ketidaksamaan besar dari offensive rebound Lakers di game 3 tempo hari. Bila di 2 game awalnya Lakers keseluruhan mencatatkan 25 offensive rebound dengan keseluruhan second chance points capai 37 point. Di game 3, Lakers merampas 11 offensive rebound (lebih beberapa dari game 1 yang cuman 9 rebound), tetapi cuman membuahkan 6 second chance points. Catatan itu cuman berbeda 1 point dari Heat yang cuman merampas 3 offensive rebound sepanjang game.

Bukan tanpa ada alasan ini berlangsung

Pertahanan Heat yang jauh lebih rapi dari 2 game awalnya membuat Lakers kesusahan melepas shooting walau masih dapat memimpin rebound. Heat tidak turun dengan pertahanan zone, ini membuat kesempatan mismatch di bawah ring makin kecil. Bila kita ingat, pertahanan zone Heat ialah pertahanan zone tidak wajar.

Bukannya tempatkan 2 garda di muka (skema 2-3), Heat malah tempatkan 2 forwarda mereka di sana. Hasilnya, 2 garda berubah ke tempat baseline atau di tempat belakang yang akan membuat senter musuh seperti Anthony Davis (AD) serta Dwight Howard bebas unggul melonjak serta box out.

Dengan pertahanan 1 musuh 1, Heat lebih gampang lakukan rekonsilasi. Heat dapat tempatkan 2 pemain lakukan box out ke bigman Lakers serta sesudah bola di bisa, sebutkanlah Lakers offensive rebound, pemain lain akan lakukan ganti menjaga pada beberapa pemain Lakers yang berada di belakang garis tripoin.

 

 

Selain mematikan second chance points Lakers, pertahanan Heat cukup mematikan AD

Bila di 2 game awalnya Heat automatis akan mengerumuni AD demikian ada umpan, di game 3 mereka biarkan Jae Crowder lakukan 1 musuh 1 lebih dulu di tempat pos. Tetapi, beberapa pemain Heat terus siaga memberikan pertolongan. Demikian AD lakukan lantun bola (dribble), pertolongan akan tiba serta berupaya membuat AD kembali lagi menggenggam bola serta mati cara. Mengingat AD ialah pemain yang tidak mempunyai kekuatan umpan yang baik, Heat dapat tergantung dengan skema ini dengan tutup jalan umpan. AD main 32 menit serta membuat 5 turnover, turnover terbanyaknya semenjak game 5 musuh Houston Rockets. Ini dapat berlangsung sebab pertahanan Heat bukan pertahanan zone.

Lakers ialah team yang paling angin-anginan untuk kepentingan tripoin, intinya dari Kentavious Caldwell-Pope serta Danny Green. Kedua-duanya dapat jadi benar-benar harum di 1 game serta menjadi berubah benar-benar busuk di game seterusnya. Ini membuat Heat memastikan lebih bertaruh dengan tripoin ke-2 pemain ini daripada biarkan AD lakukan 1 musuh 1 di tempat pos.

LeBron James walau mempunyai ketepatan 35 %, rerata cuman melepas 5 tripoin per game. Jadi, Heat jelas lebih memastikan Lakers menyerbu dari tripoin daripada di tempat kunci. Juga begitu, bukan bermakna Heat diam saja waktu Lakers lakukan tripoin. Karakter Heat Culture mereka pegang teguh dengan usaha selalu untuk mengganggu shooting beberapa pemain Lakers.

Berubah ke serangan, dibagian ini baru kita mengulas kesempatan kedatangan Bam Adebayo di game 4 yang malah akan menghancurkan permainan Heat intinya Jimmy Butler. Membaca beberapa tanggapan di upload Mainbasket mengenai laporan hasil game 3 lantas, banyak yang menanyakan kenapa Jimmy seakan bebas lakukan 1 musuh 1 tiada membantu menjaga dari beberapa pemain Lakers yang lain.

Faktanya ialah formasi pemain Heat

Di game 3, Heat tersering turun dengan daftar pemain Tyler Herro, Duncan Robinson, Jimmy Butler, Jae Crowder, serta Meyers Leonard. Namun, formasi ini bukanlah yang sangat produktif. Formasi ini membuahkan keseluruhan 28 point waktu 11,2 menit dengan ketepatan 58 % serta turnover 3x. Formasi sangat produktif Heat berlangsung waktu mereka mengubah Leonard dengan Kelly Olynyk. Waktu 10,9 menit, formasi ini membuahkan 30 point dengan ketepatan 60 % serta cuman 1x turnover.

Lihat dengan cara statistik kelanjutan, Olynyk memang sungguh memberikan efek besar untuk gempuran Heat. Offensive peringkat Heat di angka 142,9 sesaat defensive peringkat di angka 95,7 yang membuat net peringkat mereka jadi 47,2. Angka net raing ini sebetulnya kalah waktu Leonard turun. Net peringkat Heat bersama Leonard di angka 50,0. Juga begitu, offensive peringkat Heat turun di angka 127,3 tetapi defensive peringkat mereka lebih baik di angka 77,3.

Pada intinya, kedatangan Leonard serta Olynyk ialah aspek terpenting kenapa Jimmy dapat bebas lakukan 1 musuh 1. Leonard serta Olynyk saling sanggup melepas shooting dari belakang garis busur. Bersama Herro, Robinson, serta Crowder, Heat bermakna mempunyai 4 pemain dengan ketepatan tripoin minimal 35 % waktu playoff ini.

 

 

Lakers ialah team yang paling angin-anginan untuk kepentingan tripoin

intinya dari Kentavious Caldwell-Pope serta Danny Green. Kedua-duanya dapat jadi benar-benar harum di 1 game serta menjadi berubah benar-benar busuk di game seterusnya. Ini membuat Heat memastikan lebih bertaruh dengan tripoin ke-2 pemain ini daripada biarkan AD lakukan 1 musuh 1 di tempat pos.

LeBron James walau mempunyai ketepatan 35 %, rerata cuman melepas 5 tripoin per game. Jadi, Heat jelas lebih memastikan Lakers menyerbu dari tripoin daripada di tempat kunci. Juga begitu, bukan bermakna Heat diam saja waktu Lakers lakukan tripoin. Karakter Heat Culture mereka pegang teguh dengan usaha selalu untuk mengganggu shooting beberapa pemain Lakers.

(Baca : Final yang (Tidak Pernah) Setimbang untuk Heat)

Berubah ke serangan, dibagian ini baru kita mengulas kesempatan kedatangan Bam Adebayo di game 4 yang malah akan menghancurkan permainan Heat intinya Jimmy Butler. Membaca beberapa tanggapan di upload Mainbasket mengenai laporan hasil game 3 lantas, banyak yang menanyakan kenapa Jimmy seakan bebas lakukan 1 musuh 1 tiada membantu menjaga dari beberapa pemain Lakers yang lain. Faktanya ialah formasi pemain Heat.

Di game 3, Heat tersering turun dengan daftar pemain Tyler Herro, Duncan Robinson, Jimmy Butler, Jae Crowder, serta Meyers Leonard. Namun, formasi ini bukanlah yang sangat produktif. Formasi ini membuahkan keseluruhan 28 point waktu 11,2 menit dengan ketepatan 58 % serta turnover 3x. Formasi sangat produktif Heat berlangsung waktu mereka mengubah Leonard dengan Kelly Olynyk. Waktu 10,9 menit, formasi ini membuahkan 30 point dengan ketepatan 60 % serta cuman 1x turnover.

Lihat dengan cara statistik kelanjutan, Olynyk memang sungguh memberikan efek besar untuk gempuran Heat

Offensive peringkat Heat di angka 142,9 sesaat defensive peringkat di angka 95,7 yang membuat net peringkat mereka jadi 47,2. Angka net raing ini sebetulnya kalah waktu Leonard turun. Net peringkat Heat bersama Leonard di angka 50,0. Juga begitu, offensive peringkat Heat turun di angka 127,3 tetapi defensive peringkat mereka lebih baik di angka 77,3.

Pada intinya, kedatangan Leonard serta Olynyk ialah aspek terpenting kenapa Jimmy dapat bebas lakukan 1 musuh 1. Leonard serta Olynyk saling sanggup melepas shooting dari belakang garis busur. Bersama Herro, Robinson, serta Crowder, Heat bermakna mempunyai 4 pemain dengan ketepatan tripoin minimal 35 % waktu playoff ini.

Dengan adanya ini, bila Anda untuk pelatih Lakers, akankah Anda coba lakukan dobel team ke Jimmy waktu dia lakukan 1 musuh 1? Tentu saja tidak. Ditambah lagi, di tulisan awalnya, saya telah mengulas jika sebagian besar point Heat terbentuk lewat proses catch and shoot atau berarti pemain Heat lumayan bagus dalam cari status terbaik, tangkap bola, serta masukkan shooting.

Saya pribadi cukup kaget jika Heat pada akhirnya mengganti langkah menyerbu mereka di game 3. Juga begitu, saya benar-benar tidak kaget jika Jimmy ialah pemain 1 musuh 1 yang mengagumkan. Pemain yang telah masuk di timnas Amerika Serikat rasa-rasanya ialah pemain yang hebat pada sebuah musuh 1, intinya pemain non-senter.

 

 

Selain itu, Jimmy ialah pemain yang paling kuat serta atletis untuk seukurannya.

Anda dapat melihat lagi semua point Jimmy yang terbentuk bagaimana permainanya benar-benar simpel. 1 musuh 1, dia lihat sedikit musuh meleng dalam status tahan, dia akan langsung menerobos. Terobosannya juga tidak asal-asalan, hampir tetap ada contact sampai berbuntut 14 shooting gratis. Waktu musuh memberikan jarak serta Jimmy berada di tempat perimeter, shooting langsung dia bebaskan.

Di titik ini, kembalinya Bam Adebayo malah nampak dapat berkesempatan menghancurkan permainan Heat serta Jimmy. Satu kali lagi, game 3 sukses untuk Jimmy sebab 4 pemain lain dapat bekerja di luar garis busur. Sedang Bam, kita ketahui bersama belum meningkatkan kekuatan tripoinnya. Dengan adanya ini, Bam akan berada di tempat kunci, intinya di dunker spot (baseline dekat ring).

ika ini berlangsung, karena itu Jimmy tidak akan pernah lagi sendirian 1 musuh 1 dengan pemain Lakers. Dengan Bam berdiri di tempat kunci, maka ada 1 pemain Lakers yang berdiri mengawasinya di situ. Apabila pemain itu ialah AD atau Dwight Howard, karena itu tingkat kesusahan menerobos Jimmy makin bertambah.

Erik Spoelstra akan memutar otak untuk game 4, untuk menyamai posisi

Spo (panggilan dekat Spoelstra) rasa-rasanya akan ada dalam status dilematis kalau Bam dapat kembali lagi bermain. Masih fresh dipikiran, waktu Bam bermain di game 1, Lakers terlihat sangat pahami taktik permaian Heat yang berpusat ke Bam yang lakukan hand-off atau pick n roll. Salah satu hal yang kemungkinan dapat dibantu oleh Bam waktu dia bermain untuk persaingan perebutan rebound. Atletismenya kemungkinan menolong banyak. Tetapi, hal tersebut akan sia-sia bila Heat tidak dapat cetak point seleluasa game 3 kemarin.

Saya tidak lihat Lakers tertekan dengan situasi (2-1) ini. Kebalikannya, desakan kemungkinan ada di Heat. Walau Jimmy serta semua pemain Heat katakan mereka tetap akan tampil terlepas untuk cari kemenangan, bila situasi jadi (3-1), kesempatan juara akan makin tertutup. Serta untuk kesempatan ini, pertama sepanjang playoff atau musim ini, kedatangan Bam Adebayo di atas lapangan malah belum pasti jadi jawaban untuk kemenangan Heat.

Photo: NBA

Danny Green tampil dengan perform yang jauh tidak sama di dua game pertama final NBA 2020. Di game pertama, Danny memberikan sumbangsih 11 point serta 4 rebound hasil dari 3/8 tripoin serta 4/9 shooting keseluruhannya. Sedang 2 hari sesudahnya, di game 2, Danny cuman cetak 3 point serta 2 rebound hasil dari satu/8 shooting yang semuanya tripoin. Ya, selama 22 menit di atas lapangan, Green cuman masukkan satu shooting.

Atas ini, Danny langsung mendapatkan kritikan keras dari beberapa pencinta NBA termasuk juga fans Lakers. Di Indonesia sendiri, Danny pernah jadi viral topic twitter waktu pertandingan sedang berjalan. Semua membicarakan mengenai jeleknya perform Danny di game itu. Danny seakan mengulang-ulang perform di game 3 serta 4 final Daerah Barat menantang Denver Nuggets. Turun bermain dengan keseluruhan 41 menit (dua gim), Danny kumpulkan keseluruhan 7 point hasil dari dua/10 shooting.

Lihat jumlahnya sorotan ke Danny

Kepala Pelatih Lakers, Frank Vogel, mulai bicara. Dikutip The Star, Vogel berupaya menyadarkan beberapa fans jika Danny turun bermain tidak cuma untuk penembak tripoin saja. Danny memberi jauh lebih dari itu serta Vogel yakin benar dia tetap

“Danny memberi permainan yang mendukung kemenangan di tiap pertandingan. Tidak cuman shooting tripoin, Danny memberikan kekuatan bertahan yang bagus, rebound, serta beberapa hal yang lain yang didorong dengan IQ basket yang hebat dan kekuatannya pahami permainan dengan cara team,” tutur Vogel. “Ia dapat merusak pertahanan musuh dengan shooting tripoin, atau sebatas memberikan ancaman musuh dengan berdiri di tempat tripoin serta ini benar-benar menolong team. Saya tidak kaget Danny memperoleh banyak sukses di selama profesinya. Dia ialah seorang juara,” tutupnya.

Harus diingat, masuk final kesempatan ini, bila Lakers juara, Danny serta LeBron James bisa menjadi dua pemain yang sukses jadi juara dengan 3 team yang lain. Danny telah juara dengan San Antonio Spurs pada 2014 serta Toronto Raptors musim kemarin. Selama profesinya di playoff, Danny mencatatkan catatan bagus dengan delapan,1 point dari 39 % shooting tripoin. Beberapa hal semacam ini nampaknya yang membuat Vogel percaya jika perform Danny di game 2 ialah sesaat sedang mentalitas juara Danny tetap bertahan sampai piala juara pada tangan.

Sehari sesudah tersisih dari playoff dengan cara sapu bersih oleh Boston Celtics, Philadelphia 76ers langsung ambil langkah besar. Lewat launching sah, Sixers memberitahukan pemecatan kepala pelatih mereka, Brett Brown. Manager Umum Sixers yang bekas pemain mereka, Elton Merek, memperjelas jika Sixers akan secepat-cepatnya cari alternatif Brown.

“Saya punyai tingkat hormat yang tinggi ke Brown dengan cara personal serta atas profesionalitas yang dia perlihatkan sejauh ini. Saya menghormati semuanya yang sudah dia kerjakan ke organisasi ini dan kota Philadelphia sendiri,” tutur Merek. “Dia sudah lakukan beberapa hal positif saat di sini. Meningkatkan beberapa pemain muda serta menolong team ini untuk berhasil lolos 3x berturut-turut ke playoff di tiga musim paling akhir.”

“Sayangnya, kita tidak berhasil capai sasaran kita untuk musim ini serta saya percaya ini ialah waktu yang paling baik untuk tentukan arah hari esok organisasi ini. Interval musim kelak bisa menjadi interval musim yang perlu buat kami untuk kembali lagi membuat semua serta kembali pada peta kompetisi juara untuk NBA musim-musim setelah itu,” tutup Merek.

Brown sudah mengatasi Sixers semasa tujuh tahun

Dia ialah pelatih ke-25 selama riwayat organisasi. Brown ialah tokoh penting dibalik masa “Kepercayaan the Procces” yang digaungkan Sixers tahun-tahun ini. Dia figur yang pilih beberapa pemain seperti Joel Embiid, Ben Simmons, Markelle Fultz, sampai Dario Saric.

Keseluruhannya, Brown pimpin Sixers dalam 492 game. Dia cuma mencatatkan 178 kemenangan (36 % prosentase kemenangan) yang sebagian besar dia bukukan cuma dalam tiga musim paling akhir. Di playoff, rekor Brown lebih bagus dengan catatan prosentase kemenangan di angka 54 % (22-12). Musim kemarin jadi perolehan paling baik Brown serta Sixers sebab lolos sampai semi-final Daerah Timur serta memaksakan juara NBA, Toronto Raptors, untuk pastikan kelolosan mereka sampai shooting paling akhir.

Sixers ialah team pertama yang Brown memimpin di NBA. Awalnya, di periode 2002 – 2013 pelatih dari Australia ini ialah direktur peningkatan pemain di San Antonio Spurs. Kecuali di NBA, Brown jadi Kepala Pelatih Australia di Piala Dunia FIBA 2019 kemarin.

Terpisah, ESPN menyampaikan kabar jika Brown hanya orang pertama dari gelombang pembongkaran besar Sixers. Walau Merek dinyatakan aman dari pembongkaran ini, ESPN yakini akan berlangsung banyak perkembangan baik dengan cara manajerial sampai pelatih atau serta pemain. (DRMK)

Philadelphia 76ers jadi team yang sangat penuh pertaruhan semenjak mereka sah tersisih dari playoff NBA 2020. Pemecatan atas kepala pelatih mereka, Brett Brown, menimbulkan jejeran nama calon alternatif yang tetap berdesir kuat. Mike D’Antoni yang mundur dari Houston Rockets selama ini dipercaya untuk pelari paling depan sedang masih ada nama seperti Tyronn Lue, Dave Joerger, sampai asisten Brown, Ime Udoka.

Di samping kepentingan pelatih, Sixers terus hadapi pertaruhan perkembangan formasi tim. Tim tinggi menjulang Sixers yang bermaterikan Ben Simmons, Josh Richardson, Tobias Harris, Al Horford, serta Joel Embiid rupanya tidak berhasil bicara banyak musim ini baik di reguler atau playoff. Tim semacam ini jelas memiliki masalah pada satu perihal, tripoin.

Pada musim reguler, Sixers memang nampak tidak begitu memiliki masalah dengan ini

Ketepatan tripoin mereka dengan cara team sebesar 36,8 %, berada di posisi ke-9 di liga. Namun, dengan cara jumlah eksperimen, mereka cuma melepas 31,6 eksperimen per game, posisi ke delapan terikuth NBA. Di playoff, Sixers “terbunuh” sebab tidak mempunyai penembak tepat yang persisten. Mereka jadi team dengan ketepatan tripoin terjelek di playoff dengan cuma 26,4 %. Jumlah eksperimen mereka sedikitnya di playoff dengan 30,3 eksperimen per game.

Atas ini, Sixers dipercaya akan cari penembak tepat di pasar pemain bebas serta salah satunya nama yang ada ke permukaan ialah penembak Sacramento Kings, Buddy Hield. Bak gayung bersambut, Buddy seakan memberi code ke Sixers dengan menyenangi upload mengenai pertaruhan ini. Telah jadi rahasia, gesture semacam ini umumnya mengisyaratkan jika pemain itu seakan setuju dengan pertaruhan yang ada serta mengharap hal tersebut terjadi.

Buddy sendiri terlihat tidak begitu nyaman di Kings

walau diawalnya ini baru menyetujui kontrak baru semasa empat musim sebesar AS$94 juta. Faktanya, ditengah-tengah musim Buddy digeser ke kursi cadangan diganti oleh Bogdan Bogdanovic. Walau dengan cara angka Buddy memperlihatkan kenaikan, perubahan peranan semacam ini tidak gampang diterima semua pemain. Musim ini Buddy mempunyai rataan 19,2 point, 4,6 rebound, serta 3,0 asis dengan ketepatan tripoin 39,4 % per game.

Kontrak panjang Buddy membuat salah satu langkah untuk memperolehnya dengan transisi pemain. Elton Merek, Manager Umum Sixers, telah berkata jika tidak akan mengganti Simmons atau Embiid. Dengan adanya ini, kesempatan paling baik untuk Sixers memperoleh Buddy dengan kirim Horford, Harris, atau Richardson ke Kings. Permasalahan keburuknya, dua pemain yang disebutkan pertama mempunyai kontrak yang mengagumkan besar serta itu peluang akan membuat Sixers harus mengikutkan beberapa hak pilih NBA Draft.

Bintang Dallas Mavericks Cedera Doncic, pada musim kedua-duanya dapat membuat lompatan besar dengan masuk di barisan pemain elit NBA. Doncic finish di posisi ke-4 dalam voting MVP serta First Tim All-NBA walau sebenarnya umurnya masih 21 tahun. Dewan Eksekutif NBA pada akhirnya pilih Doncic untuk pemain paling baik di bawah 25 tahun.

Michael Scotto dari Hoopshype lakukan poling dengan bertanya pada 15 eksekutif liga, termasuk juga empat manager team NBA. Mereka setuju jika Cedera Doncic ialah pemain paling baik yang telah menarik perhatian.

“Buat saya, Cedera ialah yang pasti nomor satu,” kata seorang manager team. “Ia pemain yang menjadi pawang bola. Ia pintar cetak point, serta di level paling tinggi. Mempunyai mental bermain yang kuat serta benar-benar pandai. Ia bisa menjadi juara di semua penghargaan individu, serta kemungkinan menjadi juara NBA kelak.”

Pemain Boston Celtics Jayson Tatum ada di posisi ke-2, lantas garda Phoenix Suns Devin Booker di posisi ke-3, diiringi oleh Ja Morant (Memphis Grizzlies), Donovan Mitchell (Utah Jazz), serta Bam Adebayo (Miami Heat). Menariknya, malah mereka tidak pilih Zion Williamson yang pasti menempati rangking paling atas dalam Draft NBA 2019.

Zion Williamson ada di pucuk poling ini satu tahun lalu

Lalu, penilaian eksekutif NBA beralih ia cuma mainkan 19 laga bersama-sama New Orleans Pelicans pada musim reguler. Zion melamban saat tampil di “gelembung” NBA, hingga ada kecemasan mengenai situasi kesehatannya untuk periode panjang.

“Zion seoranag finishher yang bagus. Dengan cara offensive di dapat mengakhiri secara baik. Ia dapat juga menguasai sebab fisiknya. Tapi telah ada permasalahan dengan tubuhnya. Zion akan bermasalah dengan luka,” papar salah satunya manager team pada Hoopshype.

Kemungkinan jika Zion mempunyai satu musim yang menguasai, karena itu pilihan eksekutif NBA masih cenderung kepadanya. Tapi Doncic bermain di level MVP, yang membuat pandangan eksekutif NBA beralih. Mavericks dapat membuat team yang bertambah bersaing di hari esok.

Toronto Raptors bergerak cepat memandang hari esok mereka. Bersamaan ketidakberhasilan di semi-final Daerah Timur, Raptors akan selekasnya hadapi pasar pemain bebas dengan beberapa pemain mereka akan memiliki posisi unrestricted free agent. Marc Gasol, Serge Ibaka, Chris Boucher, serta Fred Vanvleet ialah salah empat pemain yang akan bebas tentukan team mana yang mereka bela untuk musim depan.

Dengan fakta itu, Presiden Raptors, Masai Ujiri, mulai bicara. Dikutip oleh situs sah NBA, Masai memutuskan jika target utama Raptors di pasar bebas ialah menjaga VanVleet. Pengakuan ini makin memperkuat pertaruhan Raptors akan melepas Gasol serta Ibaka untuk lakukan peremajaan tim dengan berpusat pada VanVleet serta Siakam.

VanVleet ialah top scorer ke-3 Raptors musim ini semasa musim reguler. Dia cuma kalah dari Kyle Lowry serta Siakam. Dalam 54 game, VanVleet cetak 17,6 point, 3,8 rebound, serta 6,6 asis per game. Dia tembak 39 % dari tripoin serta 51 % keseluruhannya efisiensi shooting (eFG%). Di playoff, catatan VanVleet bertambah di angka 19,6 point, 4,4 rebound, serta 6,9 asis per pertandingan. Dia jadi top scorer Raptors semasa playoff.

VanVleet sendiri dalam beberapa peluang musim ini telah mengutarakan kemauannya bertahan dengan Raptors

Bukan tanpa ada fakta bapak dua anak ini ingin bertahan di Raptors. Kesuksesan mendapatkan juara musim kemarin ditambah bukti posisi VanVleet yang disebut pemain undrafted memperlihatkan besarnya ikatan di antara dianya dengan Raptors.

Di lain sisi, beberapa lalu Raptors sudah amankan layanan Nick Nurse untuk saat-saat kedepan. Koneksi di antara Nurse dengan VanVleet serta Siakam telah dapat dibuktikan lumayan baik dengan kesuksesan mereka bawa Raptors finish untuk team dengan rekor paling baik ke-2 semasa musim reguler kemarin.

Dengan ancang-ancang peremajaan tim, bukan mustahil Lowry yang tersisa satu musim kontrak akan diganti sebelum atau ditengah-tengah musim berjalan. Bila pertaruhan ini betul terjadi, karena itu Raptors dapat disebut seutuhnya punya VanVleet serta Siakam. Juga begitu, Raptors akan hadapi dengan

pengaturan tim yang perlu seimbang dengan cara pengalaman bila ingin kembali pada final sampai mendapatkan titel juara.