Kevin Diks: Pemain Berdarah Maluku yang Ingin Bela Tim nasional Indonesia ( Eps. 02 )

Posted on

Kevin, PSSI menjelaskan jika mereka sudah menghubungi anda lewat agen anda, apa itu betul?

Ya betul, mereka telah contact agen saya 2-3 bulan kemarin. Mereka menjelaskan akan kembali lagi menghubungi dalam tempo 1 pekan, tetapi sampai saat ini belum dihubungi kembali. Cukup memusingkan. Saya masih menanti. Agen saya pernah menanyakan serta mereka (PSSI) menjelaskan sedang repot. Hingga saat ini saya belum dengar berita dari mereka kembali kemudian. Informasi mengenai saya telah begitu menebar. Ya mereka yang pertama-tama menghubungi saya sebab berminat untuk menaturalisasi saya.

PSSI telah membuat pengakuan jika mereka telah tidak ingin menaturalisasi anda

sebab hanya ingin menaturalisasi pemain muda. Bagaimana respon anda masalah hal tersebut?

Pasti itu yang mereka sebutkan. Tapi, bila ada peluang silahkan contact saya. Saya tidak tahu apakah yang mereka pikir serta mengapa tidak menghubungi saya kembali. Saya pahami bila mereka hanya ingin menaturalisasi pemain muda, tetapi sebenarnya saya masih terbilang muda, masih 24 tahun. Bila ingin menaturalisasi saya masih terbilang muda, tetapi saya pahami mengenai kemauan mereka menaturalisasi pemain muda.

Bila anda masih berkemauan untuk perkuat Tim nasional Indonesia, apa cara yang akan anda lakukan untuk memberikan keyakinan PSSI? Kemungkinan kah akan lakukan pendekatan ke mereka?

Saat ini saya masih luka, masih konsentrasi permasalahan luka ini walau hanya luka kecil. Saya tetap punyai kemauan sebab Indonesia dapat saya bela, saya masih yakin masihlah ada peluang. Bila Indonesia ingin mereka harus tiba ke saya sebab seharusnya demikian. Terserah mereka, bukan saya yang perlu lakukan pendekatan.

PSSI menjelaskan jika anda telah mustahil dinaturalisasi sebab pernah bela Tim nasional Belanda U-21. Dalam Statuta FIFA terkini disebut jika pemain yang telah lebih dari 21 tahun waktu bela Tim nasional lamanya, tidak dapat bela federasi (Tim nasional) lain. Anda telah pelajari ketentuan terkini ini?

Kami ketahui ketentuan itu sudah pasti, tetapi saya menyaksikan ada banyak masalah sama di penjuru dunia. Pemain (Belanda) turunan Suriname ada juga yang memiliki masalah semacam itu. Tetapi dalam masalah saya, saya hanya main kwalifikasi (bersama Belanda U-21). Aneh jika situasi semacam itu tidak dapat berpindah negara, walau saya main telah lebih dari 21 tahun, entahlah itu 22 atau 23 tahun, semestinya itu tidak dihitung (selalu dipandang 21 tahun).

Jadi semestinya selalu dapat berpindah negara

FIFA barusan mengganti ketentuan itu sebab terdapat beberapa masalah semacam ini di beberapa negara. Saya juga telah 2 tahun lebih tidak main kembali (buat Belanda U-21). Saya ketahui peraturan 2 tahun kemarin memungkinkannya pemain masih dapat berpindah negara walau telah main untuk team senior. Jadi saya tetap punyai peluang perkuat Indonesia. Peraturannya sedikit susah tetapi bila PSSI betul-betul ingin, kemungkinan dapat. peraturan saat ini benar-benar susah, tetapi peraturan dapat juga berbeda di lain kali.

Munir El Haddadi ialah pemain dengan masalah sangat sama dengan anda. Dia tidak dapat berpindah ke Maroko sebab pernah bermain di umur lebih dari 21 tahun saat akhir kali bela Tim nasional Spanyol U-21. Mengikut informasi ini?

Itu (Munir) masalah yang sangat sama dengan saya, ia pernah main buat team penting spanyol. Bahkan juga ia telah lebih dari 21 tahun waktu main buat Spanyol U-21. Saksikan ia, saat ini ia dapat main untuk Maroko.

Bila liga (PSSI) betul-betul pengin menaturalisasi banyak sekali pemain (turunan) yang ada seperti saya atau Sandy Walsh, saya berpikir ini cuman permasalahan kemauan serta kemauan untuk coba. Indonesia beberapa pemain punyai turunan yang ingin main serta senang untuk perkuat Indonesia.

Dapat bahasa Indonesia?

Saya tidak dapat bahasa Indonesia. Sangat ‘aku cinta kamu, selamat makan, selamat tidur’. Nenek serta kakek saya mengajari saya di daerah dahulu. Saya juga paham beberapa lagu Indonesia. Tetapi saya tidak ingin menyanyikannya saat ini hahahaha.

Pernah ke Indonesia?

Pernah ke Indonesia 2x, diantaranya ke lokasi yang dekat sama Ambon, yang paling akhir saya ke Raja Ampat, saya pernah ke bali Pulau Gili, serta sudah pasti Jakarta. Saya akan tiba kembali lagi waktu keadaan COVID-19 telah lebih baik. Kemungkinan musim panas (tengah tahun) seterusnya (2021).

Menyaksikan masalah Munir, kelihatannya kesempatan anda telah tertutup untuk masuk ke Indonesia sebab ketentuan terkini FIFA. Bagaimana tanggapan anda?

Saya berpikir kesempatan saya berpindah ke Indonesia tidak tertutup. Mereka (FIFA) seringkali mengganti ketentuan, kemungkinan 3-4 atau 5 tahun kemarin, pemain dapat berpindah negara bila belum main untuk team senior. Ketentuan ini dirubah serta dirubah kembali setiap waktu. Lihat Munir, saat ini ia bisa main buat Tim nasional Maroko. Untuk saya itu contoh yang sangat sama dengan saya, saya berpikir itu mungkin bila mereka (PSSI) ingin, bisa, harus berkorban waktu. Munir contoh masalah sama.

PSSI juga kelihatannya tidak terpikat menaturalisasi pemain di atas 20 tahun. Sandy Walsh yang sampai saat ini belum kedengar infornya untuk dinaturalisasi?

Saya melakukan komunikasi dengan Sandy 3 hari kemarin, ia ngomong masih contact dengan PSSI. Ia punyai permasalahan yang serupa. Kami bicara, untuk kami ini ialah mimpi (perkuat Indonesia). Ini bukanlah masalah minat (PSSI) tapi prosedurnya benar-benar susah, ini permasalahan susah tetapi mungkin saja masih dapat jika menyaksikan masalah Munir, saya masih dapat. Bukan Sandy atau saya yang yang perlu lakukan pendekatan, tetapi PSSI yang lakukan prosedurnya. Bukan saya yang perlu tiba ke PSSI. Kami berdua terpikat. Kami menanti apakah yang akan berlangsung.

Kamu tetap punyai peluang untuk diundang Belanda kembali di waktu depan. Mengapa ingin bela Indonesia?

Saya telah bicara mengenai ini di wawancara awalnya, saya terbuka untuk ke-2 negara (Belanda serta Indonesia). Jelas Belanda punyai beberapa pemain bintang. Tetapi saya berpikir saya tetap punyai kekuatan buat main buat Belanda kembali. 2 tahun kemarin saya nyaris main buat Belanda tetapi luka. Tetapi ini (perkuat Indonesia) masalah kebanggaan, saya ingin bawa serta Indonesia ke peta sepakbola dunia, dari saya atau Sandy Walsh yang bermain di Eropa. Saya pikir itu bukan suatu hal yang perlu saya putuskan saat ini, sebab semenjak 3 bulan kemarin tidak ada contact kembali (dengan PSSI) ke agen saya. Tetapi saya benar-benar terbuka untuk berunding (dengan PSSI) tetapi rasa-rasanya dari dengan peraturan FIFA, masih mungkin.

Telah bicara dengan pemain turunan yang lain ingin main buat Indonesia?

Saya bicara ke Marc Klok. Melvin Platje , walau ia bukan Indonesia. tetapi saya bicara sama dia. Melvin menanyakan, saya ngomong masih menunggu PSSI. Wiljan Pluim bicara ke saya.

Saya pernah berkunjung ke Marc Klok saat tiba ke Indonesia, saya bicara ke Marc Klok yang sesaat lagi bisa menjadi WNI. Sy berminat untuk perkuat negara dari roots (asal) saya. Saya berpikir ia (Marc Klok) senang. Saya ingin perkuat roots saya yang tiba dari nenek serta kakek saya. Bukan saya yang putuskan, tetapi PSSI.

Apa kegiatan paling dekat bersama club?

Dalam kurun waktu dekat hari Minggu ini club saya akan menantang Kopenhagen (FC Copenhagen), musim kemarin kami main 3x serta menang 3x musuh mereka. Saya cetak gol di situ di kandang mereka. Saat ini situasi saya nyaris bugar 80 %. Saya tidak tahu apa akan main, tetapi saya percaya telah makin dekat untuk sembuh serta capai tingkat hebat saya kembali.

Penggemar Indonesia ingin tahu, jika anda jadi WNI, akan main di Eropa atau main di Indonesia?

Tekad saya selalu main di Eropa. Di waktu depan jika 30 tahun kemungkinan mulai memikir main di Indonesia. Bila saya jadi WNI akan masih main di Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *